Penyulaman, Pengairan, dan Pemupukan Tanaman Padi

Advertisement

1.        Penyulaman
Jika setelah tanam ada rumpunan yang mati, maka harus dilakukan penyulaman. Penyulaman ini dilakukan 7-14 hari setelah tanam. Penyulaman yang terlambat, dapat mengakibatkan terlambat masaknya tanaman sulaman, Sehingga untuk melakukan penyulaman ini, harus disediakan sejumlah bibit cadangan atau biasa disebut dederan.
2.        Pengairan
Cara pemberian air di berbagai daeraah berbeda-beda, tergantung iklim, jenis tanah, debit air, kebutuhan tanaman dan kebiasaan petani.
Penggenangan air dilakukan pada fase awal pertumbuhan, pembentukan anakan, pembungaan dan masa bunting. Sedangkan pengeringan hanya dilakukan pada fase sebelum bunting bertujuan menghentikan pembentukan anakan dan fase pemasakan biji untuk menyeragamkan dan mempercepat pemasakan biji.
3.        Pemupukan
Pemupukan dilakukan agar kebutuhan unsur hara tanaman terpenuhi. Adapun dosis yang dibutuhkan dalam skala satu hektar yaitu : 250 kg urea, 100 kg Tsp, dan 100kg kcl. Pemupukan tidak dilakukan sekaligus, melainkan dilakukan tiga kali pemupukan, yaitu :
o   7-10 hst, dibeikan dengan perbandingan dosis : 1/3 Urea dari 250 kg = 83,3 kg, 1 Tsp = 100 kg, ½ Kcl dari 100 kg =50kg.
o   18-21 hst, diberikkan dengan perbandingan  dosis : 1/3 urea dari 250 kg =83,3 kg dan ½ Kcl dari 100 kg = 50 kg.
o   41-42 hst, diberikan dengan dosis 1/3 Urea dari 250 kg = 83,3 kg.
Advertisement

Tidak ada komentar

Komentar anda sangatlah berarti bagi kami, silahkan berkomentar dengan bijak dan sopan. Komentar dengan mencantumkan Link aktif akan kami hapus.