Rabu, 13 Agustus 2014

Cara Penentuan Konsistensi Tanah

Advertisement
Advertisement

Cara Penentuan Konsistensi Tanah - Konsistensi tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor, tetapi kandungan air merupakan faktor yang terpenting. Oleh karena itu, konsistensi tanah ditentukan dalam tiga keadaan basah, lembab, dan keraing.


Cara Penentuan Konsistensi Tanah
1. Cara Menentukan Konsistensi dalam Keadaan Basah
Keadaan basah adalah keadaan dimana kandungan air dalam massa tanah berada pada atau melebihi kapasitas lapang. Pada pernentuan konsistensi dalam keadaan basah perlu ditentukan kelekatan (stikness) dan plastisitas (plastikity)nya.kelekatan adalah sifat tanah untuk melekat atau menempel pada benda-benda yang mengenainya, sedangkan plastisitas adalah sifat tanah untuk dengan mudah diubah-ubah bentuknya.

Cara penentuan kelekatan adalah dengan memijit tanah diantara ibu jari dan telunjuk. Kelekatan tanah di golongkan menjadi: (a) tidak melekat (non-sticky), yaitu bila tak ada tanah yang tertinggal pada jari; (b) sedikit melekat (slightly-sticky) yaitu bila tnah tertinggal pada salah satu jari; (c) melekat (sticky) yaitu bila tanah tertinggal pada kedua jari; (d) sangat melekat (very-sticky) yaitu bila tanah sukar dilepaskan dari kledua jari.

Cara penentuan plastisitas adalah denagn dipirid antara ibu jari dan telunjuk. Plastisitas tanah digolongkan menjadi: (a) tidak plastis (non plastik) yaitu bila tanah tidak dapat membentuk gelintir dan massa tanah mudah berubah bentuk, (b) sedikit plastis (slighty-plastik) yaitu bila tanah dapat membentuk gelintir tetapi massa tanah dapat berubah bentuk, (c) plastis (plastik) yaitu bila tanah dapat membentuk gelintair dan massa tanah sukar berubah bentuk, dan (d) sangat plastis (very-plastik) yaitu bila tanah berbentuk gelintir dan tahan terhadap tekanan.

2. Cara Penentuan Konsistensi dalam Keadaan Lembab
Keadaan lembab adalah keadaan dimana kandungan air didalam massa akan menentukan konsistensi tanah tersebut, ambilah sebongkah tanah yang masih utuh(ukuran bongkah secukupnya ) kemudian remas dengan telapak tangan. Konsistensi tanah dalam keadaan lembab dibedakan menjadi: (a) lepas (loose) yaitu bila butir-butir tanah terlepas satu dengan yang lainnya tidak saling terikat, (b) yaitu bila dengan sedikit tekanan massa tanah mudah terlepas dan kalau di genggam mudah bergumpal,(c) gembur (friable), yaitu bila dengan meremas massa tanah dapat bercerai, kalau digenggam mudah bergumpal, (d) teguh (firm) yaitu bila massa tanah agak tahan terhadap remasan, (e) sangat teguh (very firm) yaitu bila massa tanah tahan terhadap remasan dan tidak mudah berubah, serta (f) sangat teguh sekali ( extremely firm) yaitu bila massa tanah sangat tahan terhadap remasan dan bila di genggan bentuk tidak berubah.

3. Cara Menentukan Konsistensi dalam Keadaan Kering
Keadaan kering adalah keadaan dimana kandingan air dalam tanah lelah melewati kapasitas lapang atau berada dalam keadaan kering udara. Konsistensi tanah dalam keadaan kering dibedakan menjadi (a) lepas (loose) taitu bila butir-butir tanah terlepas ,satu dengan yang lainnya tidak terikat,(b) lembut (soft) yaitu bila dengan sedikit tekanan antara jari jari mudah bercerai menjadi butir-butir tanah (c) agak keras (slighty hard) yaitu bila massa tanah agak tahan terhadap tekanan antara jari dan ibu jari dan massa tanah rapuh, (d) keras (hard) yaitu bila massa tanah tahan terhadap tekanan, tetapi massa tanah masih bisa dipatahkan denhan tangan, (e) sangat keras (very hard) yaitu bila massa tanah terhadap tekanan dan sukar dipatahkan dengan tangan, serta (f) sangat keras sekali (extremely hard) yatu bila massa tanah sangat tahan terhadap tekanan dan tidak dapat dipatah-patahkan dengan tangan.

Adapun faktor-faktor yang berpengaruh terhadap konsistensi adalah tekstur, struktur, jumlah dan jenis koloid liat, dan kandungan air.

Komentar anda sangatlah berarti bagi kami, silahkan berkomentar dengan bijak dan sopan. Komentar dengan mencantumkan Link aktif akan kami hapus.
EmoticonEmoticon