Jumat, 15 Agustus 2014

Makrofauna Tanah dan Mikrofauna Tanah

Advertisement
Advertisement

Makrofauna Tanah dan Mikrofauna Tanah

Makrofauna tanah
  • Cacing Tanah
Cacing tanah merupakan hewan makro yang sangat penting. Dimuka bumi ini diduga terdafat lebih dari pada 1800 spesies. Kegiatan cacing tanah terutama pada kedalaman lapisan 15 – 35 cm. Cacing tanah mencerna bahan organik bersama tanah dengan tanah dengan enzim-enzim pencernaan dalam tubuhnya. Bobot bahan-bahan tercerna ini mungkin sama dengan bobot tubuhnya dan setiap tahun dapat mencerna bahan organik kurang lebih 250 ton/ha.

Lubang-lubang yang di buat cacing meningkat aerasi dan drainase tanah. Kedua hal ini merupakan hal yang penting dalam produksi tanah dan perkembangan tanah. Selanjutnya cacing mengeruk tanah dan mencampurnya dengan bahan organik segar seperti rumput dan daun segar seperti rumpu dan daun sebagai liang dan pakarnya. Keadaan ini biasanya terjadi pada tanah yang belum terolah.

Cacing tanah lebih menyukai keadaan yang berareasi baik, dengan habitat sedikit lembab. Cacing tanah memerlukan bahan organik sebagai bahan makanan, dimana sisa-sisa tanaman atau pupuk kandang dengan pH tanah tidak perlu masam merupakan lingkungan yang paling abaik. Cacing tanahh sensitive terhadap jenis tanah dan faktor lingkungan yang lain, karena itu jumlah cacing tanah sangat bervariasi. Dalam tanah spodosol rata-rata dijumpai kurang dari seekor pada setiap satu meter persei, sedangkan pada tanah padang rumput (Molisol) di jumpai sampai 500 ekor/m2. jumlah yang umum dijumpai dalam tanah pertaniaan berkisar dari 30 sampai 300 ekor per meter persegi untuk kedalaman 15 cm. Bobot hidup bekisar 110 sampai 1100 kg/ha.

  • Rayap
Rayap merupakan penunjang utama dalam pemecahan bahan organik atau pada permukaan tanah. Aktivitas ini saling melengkapi aktivitas cacing tanah. Pengaruh rayap pada produktivitas perombakan bahan organik lebih rendah di bandingka cacing tanah, sebab proses pencernaan pada rayap lebih efisien dibandingkan pada cacing tanah. Endapan-endapan bahan-bahan hasil topsoil sekitarnya, karena bahan organik yang di hasilkan terdiri dari bahan organik asal subsoil yang terangkat ke atas pada saat gundukan rayap terbentuk.

Selain cacing tanah dan rayap, hewan makro lainnya adalah semut. Akan tetapi pengaruh semut terhadap ciri tanah tidak begitu jelas dibandingkan dengan cacing tanah dan rayap.

Baca Juga artikel : pH Tanah dan Reaksi Tanah


Mikrofauna Tanah

Hewan mikro tanah utama yang hidup dalam tanah adalah nematoda dan protozoa. Nematoda yang jumlah variasinya paling banyak ditemukan dalam bahan organik yang sedang mengalami perombakan. Genus Heterodera dafat menginfeksi semua spesies tanaman.

Protozoa merupakan hewan tingkat rendah bersel satu yang bergerak dengan silia, flagella, atau kaki palsu (pseudopodia), karena itu disebut ciliata, Flagelata dan Amoeba. Banyak yang dijumpai di tanah. Dalam 1 gram terdapat 0.5 sampai 1 juta Flagellata, 0.5 juta Amoeba dan 80-100 Ciliata. Dalam tanah hidup sebagai pemakan bakteri, kadang-kadang juga pengurai bahan organik.

Komentar anda sangatlah berarti bagi kami, silahkan berkomentar dengan bijak dan sopan. Komentar dengan mencantumkan Link aktif akan kami hapus.
EmoticonEmoticon