Sabtu, 16 Agustus 2014

Mikroflora Tanah

Advertisement
Advertisement

Mikroflora Tanah - Berikut ini beberapa yang termasuk Mikroflora Tanah :

Algae Tanah
Umum algae (ganggang) mempunyai butir-butir hijau daun dan zat warna lain, karena itu dibagi kedalam ganggang hijau, ganggang biru dan ganggang merah. Di lingkungan aerob dapat membentuk sendiri bahan organik dengan fotosintesis dan di bawah lapisan tanah atas memperoleh makanan dengan mengurangikan bahan organik. Dalam 1 gram tanah subur di jumpai 0.1 juta ganggang hijau atau biru, menyukai lingkungan dengan kelembaban yang tinggi. Ganggang yang hidup di sawah membantu memperkaya oksigen air sawah. Adakalanya hidup bersimbiose dan mampu menfikasi nitrogen udara.

Fungi tanah
Meskipun pengaruh fungsi dalam tanah tidak sepenuhnya dipahami, mereka diketahui memegang peranan penting dalam transpormasi penyusun tanah. Lebih dari 690 spesies dafat diidentifikasi dalam tanah , seperti bakteri dan aktiomisetes, fungsi tidak memiliki kolofil. Biomassa fungsi dalam tanah bekisar 1000 sampai 10.000 kg/ha.

Fungsi merupakan perombak bahan organik serba bisa, bahkan bahan yang palinh resiten sekalipun dafat di rombaknya, begitu pula protein dan gula. Fungsi mempengaruhi pembentukan humas dan pemantapan agretad tanah . dalam menstranspormasikan bahan organik terombak, fungsi episien daripada bakteri dengan mencapai efisien sampai 50%, sedangkan bakteri hanya mencapai 20%.

Mikorisa
Mikrosira (fungsi akar) merupakan simbiosis mutualis antara beberapa fungsi dengan akar tembuh-tumbuhan tingkat tinggi. Asosiasi mula-mula di jumpai pada spesies pohon hutan tertentu namun sekarang telah tersebar luas pada kebanyakan tanaman terutama tanaman pertanian.

Dari segi praktis asosiasi fungsi dengan akar ini menguntungkan karena meninbgkatkaan ketersediaan hara khususnya pada tanah-tanay yang tidak subur. Dari akar, tanaman fungsi memperolaeh gula dan eksudat organik sebagai makanannya , sedangkan fungsi untuk meningkatkan ketersediaan p,Zn,Cu,Ca,Mg, dan Fe.

Dari segi praktis dibedakan dua macam mikrosira, yaitu ektomikorisa dan endomikorisa. Pada ektomikorisa hifa fungsi menembus akar dan berkembang sekitar sel akar korteks tetapi tidai menembus dinding sel, sedangikan pada endomikorisa hifa menembus dinding sea akar, masuk ke dalan sel-sel akar dan membentuk massa hifa dalam sel. Anggota terpenting endomikorisa ini disebut sebagai vesicular arluscular mycorhizae (VA mycorhizae).

Akar kebanyakan tanaman pertanian seperti jaggung, kapas, gandum, buncis, alfalfa, tebu dan pada gogo mempunyai VA mycorhizae.

Dapat diterangkan bahwa peningkataan ketersediaan hara akibat adanya mikorisa, yaitu karena peningkatan permukaan serap oleh adanya hifa-hifa fungsi yang sangat luas.

Di Indonesia mikorisa vesicular arbuscular telah menunjukan potensi untuk memperbaiki serapan fosfor tanaman insang pada tanah-tanah yyang definisi fosfor seperti di tujukan penelitian Simanungkalit (1987). Selain itu hubungan simbiosis fungsi tanaman akar ini juga dapart meningkatkan serapan hara mikro yang tidak mobil dalam tanah (Zn dan Cu),melindungi tanaman dari beberapa patogen tanah dan meningkatkan toleransi tanaman terhadap lingkungan tidak menguntungkan seperti salinitas dan kekeringan.

Aktinomisetes Tanah
Dibandingkan dengan fungsi, aktinomisetes bercabang lebih lebat. Benang-benang miselia pada aktinomisetes lebih kecil dari fungsi. aktiminosites termasuk organisme bersel satu dengan ukuran hampir sama dengan bakteri dan dapat menjadi spora, tetapi tidak mempunyai nucleus. Berkembang biak dengan baik di tanah lembab dan beraerasi baik. Sensitive pada keadaan tanah masam, perkembangan optimum terjadi pada pH 7.5.

Jumlah aktinomisetes ditanah melebihi semua organisme kecuali bakteri. Jumlahnya mencapai ratusan juta atau sekitar sepersepuluh jumlah bakteri. Bobot hidup melebihi bakteri sekitar 4500 kg per hektar lapisan tanah atas. Organisme ini khususnya banyak terdapat di tanah dengan humus tinggi.

Aktinomisetes penting dalam perombakan bahan organik pembebasan hara . aktinomisetes mampu mengubah senyawa-senyawa termasuk yang resisten terhadaf perombakan, seperti; selulose, khitin dan fospolifid menjadi senyawa sederhana .

Bakteri tanah
Bakteri adalah organisme ber sel tunggal yang merupakan salah satu bentu kehidupan yang paling sederhana dan paling kecil. Kemampuannya untuk berkembangbiak dengan cepat dalam tanah sangatlah penting. Ukuran bakteri sangatlah kecil, yang agak besar sekitar 4-5 cm dan yang lebih kecil mendekati ukuran rata-rata partikel liat. Bentuk bakteri berupa batang paling banyak dijumpai di lapangan.

Populasi bakteri bekisar antara beberapa bilyun sampai 3 trilyun organisme dalam tiap kg tanah. Biomassa dalam suatu lapisan olah yang luasnya satu hektar bekisar dari beberapa ratus kg sampai 5 metrik ton. Dalam tanah bakteri di jumpai dalam bentuk koloni, beberapa bakteri tanah dapat membentuk spora yang memungkunkah bakteri tetap bertahan dalam keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan.

Bakteri ototrof memperoleh energi dari oksidasi senyawa-senyawa anorganik, sedangkan bakterii heterotrop memperoleh energi dari sumber karbon langsung dalam pemecahan bahan organik tanah.

Bakteri berperannyata dalam perombakan bahan organik yang penting bagi tanah dalam mendukung kehidupan tanahan tingkat tinggi.

Poses lainnya yang di bergantung pada bakteri adalah fiksasi nitrgen. Prses ini dapat teraksana oleh bakteri tanah tanpa tergantung tanaman, namun jumlah nitrogen yang difiksasi lebih besar bila bakteri berasosiasi dengan akar tanaman seperti halnya fungsi mikorisa.


Baca Juga : Makrofauna dan Mikrofauna Tanah

[CaraGampang.Com] - Mikroflora Tanah

Komentar anda sangatlah berarti bagi kami, silahkan berkomentar dengan bijak dan sopan. Komentar dengan mencantumkan Link aktif akan kami hapus.
EmoticonEmoticon