Pengaruh Organisme Tanah terhadap Tanaman Tingkat Tinggi

Advertisement
Pengaruh Organisme Tanah terhadap Tanaman Tingkat Tinggi
Pengaruh Organisme Tanah terhadap Tanaman Tingkat Tinggi - Fauna tanah misalkan tikus telah lama dikenal menimbulkan kerusakan pada tanaman, semut memindahkan kutu daun dari tanaman tertentu, dan sebagainya. Kebanyakan akar tanaman dirusak pula oleh nematode atau rayap yang kadang-kadang pengendaliannya memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Baca Juga : Kondisi yang Mempengaruhi Pertumbuhan Bakteri Tanah dan Pengertian pH Tanah

Bakteri dan cendawan berperan pula sebagai pathogen atau penyabab penyakit tanaman dengan merusak bagian-bagian tanaman, baik di atas maupun didalam tanah, seperti layu, damping off, busuk akar, busuk daun dan sebagainya. Singkatnya investasi tanaman terjadi pada banyak varietas dan di pengaruhi oleh banyak organisme yang berbeda.

Pencegahan umumnya merupakan jawaban terbaik untuk mengendalikan pathogen tanah. Sistem karantina yang ketat mencegah pemindahan pathogen dari satu tempat ke tempat lainnya. Pemusnahan tanaman inang dapat dilakukan bila tidak ada tanaman inang pengganti. Rotasi tanaman dan pengolahan dalam beberapa hal dapat menggantikan penyakit. Penyakit damping off pada benih dan bibit yang baru muncul dapat dikendalikan dengan drainase. Perlakuan dengan uap panas atau sterilisasi dapat dilakukan pada tanah rumah kaca. Usaha pemuliaan untuk mendapatkan varietas baru yang tahan penyakit merupakan hal yang umum dilakukan.

Selain penyakit, mikroorganisme tanah bersaing denga tanaman tingkat tinggi dalam ha memperoleh hara utuma. Nitrogen biasanya merupakan hara ynag diperebutkan secara ketat, seprti juga fospor, kalsium dan unsur hara mikro.

Pengaruh merusak mikroorganisme lainnya adalah pengurangan oksigen yang memang sudah terbatas, khususnya pada tanah yang berdrainase buruk. Seperti yang telah anda ketahui oksigen diperlukan tanaman untuk pertmbuhan yang optimum dan penyerapan hara. Disamping itu, kekurangan oksigen akan menyebabkan terjadinya reduksi beberapa senyawa lain. Nitrogen dan belerng yang tereduksi akan hilang keudara. Reduksi besi dan mangan akan meningkatkan bentuk besi dan mangan larut yang beracun.

Selain itu, persaingan, memperoleh hara antara mikroorganisme bakteri, fungi dan aktinomisetes dapat pula terjadi. Pada keadaan awal di saat bahan organik masih segar, bakteri dominant sebab ia paling cepat berkembang biak dan menyukai senyawa sederhana. Bila senyawa sederhana ini terpecah, fungi dan aktinomisetes akan saling bersaing.

Advertisement

Tidak ada komentar

Komentar anda sangatlah berarti bagi kami, silahkan berkomentar dengan bijak dan sopan. Komentar dengan mencantumkan Link aktif akan kami hapus.