Pengaruh Pengolahan Tanah terhadap Struktur Tanah

Advertisement
Pengaruh Pengolahan Tanah terhadap Struktur Tanah - Struktur tanah merupakan sifat tanah yang penting karena struktur mempengaruhi tidak saja kondisi fisik tanah, peredaran udara, batas air, dan suhu,tetapi juga unsur hara, perombakan bahan organik,dan semua kegiatan jasad-jasad renik (mikroba) tanah. Walaupun demikian, agregat-agregat yang membentuk struktur tanah selalu dalam keadaan mudah berubah.
Pengaruh Pengolahan Tanah terhadap Struktur Tanah
Perubahan struktur tanah terjadi oleh pengaruh perubahan tekstur sehubungan dengan adanya kelembabandan pertukaran udara, juga oleh karena pengambilan dan ataupenambahan hara tanaman, mekanisme pertumbuhan akardan akibat pekerjaan jasad renik.pembasahan, pengeringan, pengolahan tanah dan aktivitas biologis, semuanya berperan dalam perusakan atau pembangunan agregat-agregat tanah. Sdtruktur lapisan olah dipengaruhi oleh pengolahan praktis, dimana aerasi dan drainasepembatasi pertumbuhan tanaman. Sistem pertanaman yang mampu menjaga kemantapan agregasi tanah akan memberikan hasil yang tinggi bagi produksi pertanian.

Baca Juga : Pengaruh Struktur Tanah

Dalam pengelolaan tanah harus diupayakan agar tidak merusak struktur tanah. Sistem usaha tani yang dikerjakan mempunyai peranan yang sangat besar dalam mempertahankan struktur tanah.

Sistem usaha tani berperan penting dalam menjaga struktur tanah. Sistem usaha tani yang menghasilkan cukup bahan organik yang tersisa dalam tanah mempunyai pengaruh baik terhadap struktur tanah. Sebaliknya, sistem usaha tani yang mnenyebabkan tanah menjadi terbuka akan berakibat merusak struktur tanah karena pengaruh air hujan terhadap tanah yang sangat besar (pengrusakan struktur, erosi, penggenangan, dan sebagainya.)

Dalam pengelolaan tanah harus diupayakan baik tanah yang bertekstur kasar maupun bertekstur halus dapat membentuk struktur yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Tanah pasir yang memiliki sifat lepas, aerasi dan drainase baik, serta mudah diolah, merupakan sifat tanah khas berpasir. Sebaliknyaq , tanah demikian tidak memiliki kemampuan menyarap (mengasorpsi) air dan hara, dan terlalu lepas serta terbuka. Oleh karena itu tana h demikian tidak subur dan mudah kering. Tanah demikian memerelukan granulasi. Hanya ada satu cara yang praktis untuk mengatasinya yaitu penambahan bahan organik. Bahan organik ini akan bertindak sebagai pengikat sehingga retbentuk struktrur yang baik yang menunjang peakaran pertumbuhan tanaman.

Sebaliknya, tanah bertekstur halus seperti tekstur liat, memiliki plastisitas dan daya kohesif yang sangat tinggi. Makin plastis tanah, makin mudah tanahn tersebutb melumpur bila diolah dalam keadaan basah. Akan tetapi bila kekeringan, tanah demikian akan berbongkah-bongkah. Tanah demikian harus diperlakukan dengan sangat berhati-hati terutama sewaktu pengolahan tanah. Pengolahan tanah terutama dilakukan pada saat yang tepat dan proses granulasi harus dirangsang. Hal ini sangat perlu bila kita mengolah tanah yang bertekstur liat berat. Seperti halnya pada tanah bertekstur pasir yang kasar dan ringan, pada tanah liat yang berat peran bahan organik sangat penting untuk terciptanya lapisan untuk perakaran yang optimal. Jagung, kentang, dan kapas mempunyai pengaruh yang kurang baik terhadap struktur tanah. Oleh karena itu harus dicari suatu giliran pertanaman yang tepat agar diperoleh keseimbangan granuler, sehingga akhirnya diperoleh struktur tanah yang baik.

[CaraGampang.Com] - Pengaruh Pengolahan Tanah terhadap Struktur Tanah
Advertisement

Tidak ada komentar

Komentar anda sangatlah berarti bagi kami, silahkan berkomentar dengan bijak dan sopan. Komentar dengan mencantumkan Link aktif akan kami hapus.