Minggu, 30 Agustus 2015

Benarkah Yoghurt dapat Menyembuhkan Diare ?

Advertisement
Advertisement

Kalimat ini sudah taka sing lagi terdengar jika kita lagi diare “Kalo diare jangan minum yang asam-asam, nanti diarenya tambah parah loh.!” Tapi.. apakah kamu yoghurt yang notabene rasanya asam, dipercaya dapat menyembuhkan diare yang menyerang anak. Untuk lebih jelas, silahkan anda baca dulu artikel lengkap tentang Manfaat Yoghurt .

Pada bayi dan balita yang mengalami diare sebaiknya dilakukan terapi probiotik sedini mungkin, hal ini dianjurkan atas dasar peneltian yang dilakukan di Jerman pada tahun 2008 lalu. Bila diare tersebut tidak ditangani dengan tepat, imbas fatalnya pada anak adalah bisa mengakibatkan kematian.


Tahukah anda pada usus besar manusia terdapat 100 triliun bakteri dan 500 jenis mikroba didalamnya. Dari sekian banyaknya bakteri tersebut ada beragam bakteri. Ada bakteri yang baik” seperti Lactobacillus & Bifidobacteria yang fungsinya bisa menyehatkan tubuh kita. Ada juga bakteri yang “jahat” seperti bakteri E coli yang dapat menyebabkan diare. Nah, kedua bakteri baik seperti Lactobacillus & Bifidobacteria yang biasanya digunakan sebagai kandungan probiotik pada minuman yoghurt, hal ini tentunya sudah popular di seantoro dunia termasuk Indonesia Negara tercinta ini.

Brdasarkan penelitian yang dilakukan di Jerman, bahwa dari total 150 anak yang diikutsertakan dalam survei, sebagian besar sembuh lebih cepat berkat pengobatan yang menggunakan prebiotik, Jika dibandingkan dengan anak yang hanya melakukan pengobatan dan praatan saja. Jika dirata-ratakan anak yang tidak menerima probiotik akan sembuh lebih lama sekitar tiga sampai empat hari. Studi penelitian ini telah dipublikasikan pada jurnal Prediatric Infectious Disease (ed. Juni 2009).


Kemudian, sebelum dilakukan penelitian di Jerman, Telah dilakukan juga penelitian di Swedia pada tahun 2007 mengenai hubungan antara diare dan probiotik. Penelitain tersebut menunjukan bahwa anak yang terkena diare dapat di tangani lebih efektif tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal, hal ini dikarenakan probiotik dijadikan perawatan utama dengan biaya yang relatif murah dibanding dengan pengobatan antibiotik. Pada penelitian tersebut, anak-anak yang menjadi sample sebelumnya telah dikebali dengan obat antibiotik, namun hanya dikonsumsi 10 persen dari dosis yang normal.

Meski rasanya masam, di dalam Yoghurt terdapat kandungan “live probiotik” dan serat prebiotik, sehingga mengkonsumsi yoghurt ketika diare di anjurkan untuk anak.