[Puisi] Air Nan Tanpa Riak

Advertisement
thumbnail postingan
AIR NAN TANPA RIAK

Bolehlah kiranya ku menebar jaring
Kepada permukaan air yang selalu diam nan tanpa riak

Perhatikanlah, rembulan tidak selalu sempurna
Tapi, asalkan langit mu cukup cerah
Niscaya dapat kau melihat sinarnya mampu menggeser kegalapan
Semoga ia akan menjadi cahaya matamu
Yang tidak akan membiarkan jalanmu suram

Tidaklah baik berhati dingin, oh jelita
Lebih baik bertangan dingin
Nasib buruk apa yang kian menimpamu?
Angin timur mana pula yang tega meruntuhkan kemasyhuran taman mu?
Bukankah musim telah berganti hangat? Duhai melati

Aku, si pandir belaka ini
Melawan badai ingin bersua meski hanya dengan bayang mu.

Mungkinkah aku melihat pintu yang ku ketuk itu terbuka?
Atau kau akan membiarkan pengelana kecil ini payah kehausan di tanahmu yang subur
Dan hingga senja tiba, tiada pun riak pada permukaan air mu

Aku percaya, mawar tidak harus selalu berlindung duri
Yang tumbuh dari kekhawatiran akan dunia yang tidak selalu ramah
Jika seseorang baik datang,
Bolehlah dia miliki mawar itu untuk dijaganya
Agar mekar dan wangi mu tak banyak dibagi orang
Advertisement