Selasa, 08 Desember 2015

Hama Tanaman Cabai

Advertisement
Advertisement

thumbnail postingan
Hama tanaman cabai- Cabai merupakan salah satu tanaman hortikultura yang cukup diminati konsumen indonesia yang sebagian besar pecinta pedas. Peluang ekonomi komoditas cabai yang menjanjikan, memotivasi petani untuk mengusahakan komoditas tersebut secara intensif. Namun, budidaya tanaman cabai masih menemui beberapa kendala, salah satu nya serangan hama dan Penyakit tanaman cabai yang menyebabkan penurunan hasil yang cukup signifikan.

Hama pada Tanaman Cabai

  • Hama Thrips (Thrips parvispinus karny)
Hama ini menyerang tanman dengan cara menghisap cairan permukaan bawah daun. Serangan terberat biasanya ada pada daun daun muda. Gejala serangan hama ini adalah adanya perubahan warna daun menjadi kecoklatan. Selain perubahan warna tersebut, ciri utama dari serangan hama ini adalah adanya bercak keperak perakan pada daun. Akibat hisapan thrips ini, daun menjadi mengeriting, keriput dan akhirnya mati.
  • Kutu Daun Persik (Myzus persicae)
Sama halnya dengan hama thrips, cara menyerang kutu daun ini adalah menghisap cairan pada daun daun muda. Sehingga menyebabkan daun yang terserang terdapat bercak bercak kekuningan dan daun menjadi mengeriting. Untuk membedakan serangan kutu daun dan thrips, pada serangan kutu daun biasanya didapati kutu yang bergerombol di bawah permukaan daun dan tidak terdapat bercak keperakan seperti halnya pada gejala serangan thrips.
  • Tungau/ akarina
Jenis tungau yang biasanya banyak menyerang cabai adalah jenis Tetranychus sp, dan Polyphagotarsonemus latus. Gejala serangan tungai ini daun mengalami malformasi atau perubahan bentuk menjadi kaku dan melengkung ke bawah. Tungau menghisap cairan daun sehingga menyebabkan daun menjadi menyusut dan keriting. Serangan berat biasanya terjadi pada musim kemarau bersamaan dengan serangan kutu daun dan thrips.
  • Lalat buah (Bactrocera sp )
Imago menginfeksi buah cabai dengan meletakan larvanya, dan membiarkan larvanya berkembang biak di dalam buah tersebut. Serangan ditandai dengan adanya bintik coklat kehitaman pada pangkal buah. Hal ini menyebabkan tekstur buah lunak dan buah membusuk. Biasanya, cabai yang tersrang lalat buah berjatuhan sendiri karena pangkal batangnya sudah lunak dan membusuk.
  • Ulat Grayak (Spodoptera Litura)
Gejala serangan ulat memakan daun tanaman cabai, danbiasanya menyisakan daun daun yang transparan. Kerugian dari serangan ulat ini menyebabkan fotosintesis daun tidak optimal dan mengurangi produktivitas tanaman.

Demikian beberapa hama penting tanaman cabai yang biasa menyerang. Pengendalian OPT yang bijak dapat menentukan keberhasilan usaha budidaya tanman cabai. Disarankan untuk memilih cara pengendalian hama terpadu tanaman cabai yang ramah lingkungan.