Selasa, 15 Desember 2015

Hama Tanaman Jagung

Advertisement
Advertisement

thumbnail postingan
Hama tanaman jagung merupakan salah satu faktor pembatas dalam budidaya tanaman jagung. Tidak kurang dari 50 spesies serangga ditemukan dapat menyerang tanaman jagung di Indonesia. selain hama, faktor pembatas lain adalah Penyakit Tanaman Jagung. Serangan berat hama pada pertanaman jagung dapat menyebabkan tanaman tinggal tulang daun saja dan tidak dapat menghasilkan.

Hama pada tanaman jagung

  • Lalat bibit (Atherigona sp)
Hama ini menyerang sejak tanaman berumur satu bulan. Tempayak lalat bibit ini masuk dengan cara menggerek pucuk tanaman sampai ke dalam batang. Lalat ini masuk kedalam jaringan tanaman dan meletakan telurnya. Pada serangan berat tanaman jangung dapat layu dan mati, apabila masih hidup pertumbuhan tanaman akan terhambat bahkan tidak berproduksi. Pengendalian hama ini adalah dengan menggunakan varietas tahan atau seed treathment melalui tanah pada masa awal tanam.
  • Ulat Tanah (Agrotis ipsilon)
Ulat ini menyerang tanaman bagian bawah (akar atau batang bagian bawah) dan biasanya menyerang pada malam hari. Seekor ngenngat betina dapat bertelur sampai 1800 butir dengan stadia telur 6-7 hari. Satu generasi dari ulat agrotis ini dapat berlangsung selama 4-6 minggu. Pengendalian hama ini bisa dilakukan dengan tanaman serentak atau dapat pula dilakukan penggenangan.
  • Lundi/ uret (Phyllophaga hellen)
Biasanya kumbang lundi ini muncul pada musim hujan pertama setelah ada hujan yang cukup lebat. Hama ini menyukai kondisi yang lembab. Sehingga pada saat seperti ini efektif untuk perkembangbiakan hama uret ini. larva menyerang perakaran tanaman jagung yang menyebabkan tanaman jangung menjadi layu, rebah bahkan mati. Pengendalian yang bisa dilakukan dengan pergiliran tanam atau pengolahan tanah yang baik dan efektif untuk mengurangi larva yang ada di dalam tanah.
  • Wereng Jagung (Peregrinus maidis Ashm.)
Gejala serangan hama ini adalah adanya bercak bergaris kuning pada daun. Garis tersebut pendek pndek dan terputus sampai bersambung pada tulang daun kedua dan ketiga. Daun dan pelepah tampak bergaris kuning. Pertumbuhan tanaman terhambat dan kerdil, layu dan menjadi kering Pengendalian yang bisa dilakukan adalah waktu tanam serentak pada akhir musim hujan atau pengendalian kimia dengan menggunaka insektisida carbofuran 3%.

Demikian beberapa hama utama tanaman jagung. Disarankan untuk melakukan pengendalian hama terpadu pada tanaman jagung yang lebih ramah lingkungan untuk mencapai pertanian berkelanjutan.