Hama Tanaman Jeruk

Advertisement
thumbnail postingan
Hama Tanaman Jeruk- jeruk merupakan salah satu jenis tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia. Tanaman ini banyak digemari masyarakat Indonesia karena rasanya yang segar dam manfaatnya yang besar bagi tubuh. Salah satu kendala dalam budidaya tanaman jeruk ini adalah adanya serangan hama dan penyakit tanaman jeruk. Hama dan penyakit ini dapat menurunkan produksi jeruk sehingga dapat merugikan petani jeruk.

Hama penting tanaman jeruk

  • Kutu loncat (Diaphorina citri)
Hama ini dapat menyerang bagiantangkai , kuncup, daun (terutama pada daun muda) dan tunas. Hama ini menyrang dengan cara menghisap cairan tanaman sehingga menyebabkan tunas atau daun tanaman menjadi keriting dan akhirnya mati. Salah satu cara pengendalian untuk hama ini adalah dengan penyemprotan insektiseda berbahan aktif dimethoate (Roxion 40 EC, Rogor 40 EC), Monocrotophos (Azodrin 60 WSC) dan endosulfan (Thiodan 3G, 35 EC dan Dekasulfan 350 EC). Pengendalian dengan cara kimiawi ini sebaiknya dilakukan menjelang dan saat tanaman bertunas dan dengan memperhatikan dosis yang ada.
  • Ulat peliang daun (Phyllocnitis citrella)
Hama selanjutnya yang sering menyerang tanaman jeruk adalah ulat peliang daun, serangga ini berasalh dari ordo lepidoptera. Hama ini sering menyeran daun muda. Gejala yang ditimbulkan akibat serangan hama ini adalah adanya alur bekas korokan yang melingkar transparan atau berwarna keperakan. Selain itu, gejala yang ditimbulkan oleh hama ini adalah tunas atau daun yang terserang menjadi mengkerut, menggulung kemudian rontok. Salah satu cara pengendalian hama ini adalah secara mekanis dengan cara memetik daun yang terserang kemudian dibenamkan kedalam tanah. Secara kimiawi adalah dengan penyemprotan insektisida dengan bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC, Basudin 60 EC), Malathion (Gisonthion 50 EC, 50 WP)< Diazinon (Basazinon 45/30 EC).
  • Tungau (Tenuipalsus sp. , Eriophyes sheldoni Tetranychus sp)
Hama ini biasa menyerang bagian tangkai, daun, dan buah jeruk. Gejala yang ditimbulkan oleh serangan hama ini adalah adanya bercak keperak perakan atau berwarna coklat pada buah dan adanya bercak kuning atau coklat pada daun.
  • Penggerek buah (Citripestis sagittiferella.)
Hama ini biasa menyerang buah pada tanaman jeruk. Gejala yang timbul akibat serangan hama ini adalah adanya lubang yang mengeluarkan cairan seperti getah pada buah jeruk. Salah satu cara pengendalian untuk hama ini adalah secara mekanis dengan memetik dan memusnahkan buah yang terserang dan secara kimiawi mengggunakan insektisida Methomyl (Lannate 25 WP, Nudrin 24 WSC), Methidathion (Supracide 40 EC) yang disemprotkan pada buah berumur 2-5 minggu.
  • Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii.)
Gejala yang dirtimbulkan akibat serangan penyakit ini adalh adanya bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna terang pada buah muda dan tunas tanaman. Biasanya bercak tersebut disertai keluarnya cairan buah dan menyebabkan buah menjadi mengalami nekrosis. Salah satu cara pengendalian hama ini adalah secara kimiawi dengan penyemprotan insektisida Fenitrotionmothion (Sumicidine 50 EC), Fenithion (Lebaycid), Metamidofos (Tamaron), Methomil (Lannate 25 WP).

Demikian beberapa contoh hama pada tanaman jeruk. Disarankan untuk melakukan langkah pengendalian hama terpadu agar lebih efktif dan ramah lingkungan.
Advertisement