Hama Tanaman Kelapa

Advertisement
thumbnail postingan
Hama Tanaman kelapa- kelapa merupakan salah satu jenis tanaman yang biasa ditanaman di dataran rendah. Produksi tanaman kelapa ini dapat dipengaruhi beberapa faktor salah satunya adalah hama dan penyakit tanaman kelapa. Hama tanaman kelapa dapat merugikan petani kelapa karena dapat menyebabkan penurunan produksi kelapa. Berikut beberapa hama yang biasa menyerang tanaman kelapa.
  • Kumbang nyiur (Oryctes Rhinoceros)
Kumbang ini berwarna hitam dengan ukuran berkisar antara 20-40mm. Hewan ini memiliki tanduk seperti cula pada kepalanya. Hama ini biasanya menyerang tanaman muda yang masih berumur 0-2 tahun. Pada tanaman yang berumur 0-1 tahun biasanya hama membuat lubang pada pangkal batang sehingga berakibat pada rusaknya titik tumbuh tanaman. Selain itu, hama ini juga dapat menyebabkan pelepah dau terpuntir dan akhirnya rusak. Gejala khas yang biasa ditimbulkan hama ini adalah terguntingnya janur dengan bentuk segitiga. Salah satu langkah pengendalian untuk hama ini adalah dengan memjaga kebersihan kebun, menggunakan pengendalian hayati dengan memanfaatkan virus Bacullovirus oryctes dan Mettarrizium arrisophiae. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan memberikan carbofuran atau carbaryl.
  • Kumbang sagu (Rhynchophorus ferruginous)
Hama ini merusakakar tanaman muda, batang dan tajuk tanaman. Hama ini merusak tanaman denga cara menggerek tanaman. Gejala yang ditimbulkan akibat serangan hama ini adalah pucuk mejadi patah dan pada liang bekas gerekanya keluar cairan seperti lendir yang berwarna merah kecoklatan. Salah satu langkah pengendalian untuk hama ini adalah hindari pelukaan pada tanaman, memotong dan memusnahkan bagian tanaman yang terserang, mejaga kebersihan kebun dan pengendalian secara kimiawi dengan mengaplikasikan insektisida Thiodan 35 EC 2-3 cc/liter larutan, Basudin 10 G dan sevin 85 SP pada luka dan diperkirakan ada serangan Kumbang sagu.
  • Kutu Aspiodotus
Hama ini memiliki ciri berperisai, kutu jantan memiliki sayap dengan ukuran 0,5 mm dan kutu betina memiliki ukuran 1,5-2mm. Gejala yang ditimbulkan akibat serangan hama ini adalah adanya bercak berwarna kuning pada permukaan daun bagian bawah. Serangan berat hama ini menyebabkan daun berubah warna menjadi merah keabu abuan. Dau tidak berkembang, tidak tegak dan tajuknya menjadi terkulai hingga pada akhirnya menjadi mati. Salah satu cara pengendalian untuk hama ini adalah secara hayati dengan aplikasi musum alami predator Cryptognatha nodiceps Marshall atau parasit Comperiella unifasciata Ishii.
  • Ulat arthona (Artona catoxantha)
Hama ini merupakan salah satu jenis serangga yang berasal dari ordo lepidoptera. Gejala yang timbul akibat serangan hama ini adalah adanya lubang seperti jendela kecil pada helaian daun. serangan berat hama ini dapat menyebabkan tanaman nampak layu dan seperti terbakar. Gejala lain adalah adanya bekas serangan menyerupai tangga pada pulang daun bagian bawah. Beberapa langkah pengendalian untuk hama ini adalah dengan pemangkasan daun dan hanya ditinggalkan 3-4 helai daun muda. Menggunakan musuh alami tawon kemit (Apanteles artonae). Atau secara kimiawi dengan aplikasi insektisida.

Demikian beberapa jenis hama pada tanaman kelapa. Disarankan untuk melakukan langkah pengendalian hama dan penyakit secara terpadu agar lebih efektif dan ramah lingkungan.

Advertisement