Hama Tanaman Kentang

Advertisement
thumbnail postingan
Hama tanaman kentang menjadi salah satu kendala dalam budidaya tanaman dari famili solanaceae ini. kerugian yang ditimbulkan akibat hama dan penyakit tanaman kentang cukup signifikan sehingga diperlukan langkah langkah pengendalian untuk mencegah kehilangan hasil yang lebih banyak lagi. Namun, sebelum melakukan langkah pengendalian langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan identifikasi terhadap organisme yang menyerang tanaman agar tidak salah dalam melakukan teknik pengendalian.

Hama pada tanaman kentang

  • Penggerek umbi/daun (Phthorimaea operculella)
Nama lain dari hama ini adalah ulat penggerek daun atau disebut jua potato tuber moth (PTM). Gejala serangan yang ditimbulkan hama ini adalah adanya jaringan epidermis daun yang melipat berwarna merah kecoklatan atau transparan. Jika lipatan itu dibuka akan ada jalinan benang dan larva didalamnya. Sedangkan gejala pada umbi biasanya ditemukan kotoran yang berwarna putih sampai merah tua pada kulit umbi. Apabila umbi dibelah akan terdapat lubang bekar korokan larva dan kadangkala dalam umbi tersebut ditemukan larvanya. Apabila tidak segera dikendalikan, hama ini dapat menyebabkan kerugian hingga 100%. Serangan terberat oleh hama ini biasanya terjadi pada musim kemarau.
  • Ulat grayak (Spodoptera Litura)
Ngengat spodoptera ini berwarna gelap dan terdapat garis putih pada sekitar sayap depannya. Ulat ini menyerang saat berbentuk larva instar ke-1,2 dan 3. Warna dari larva spodoptera ini bervariasi mulai dari coklat kehitaman, putih kehitaman hingga hijau kehitaman. Ulat ini menyerang dengan memakan dau daun tanaman.gejala yang ditimbulkan dari ulat ini adalah epidermis daun menjadi berwarna putih transparan dan bahkan pada serangan lanjut seluruh daun habis dan hanya menyisakan tulang daunnya saja.
  • Penggorok daun (Liriomyza huidobrensis)
Serangga ini menyerang pada fase larva. Larva dari lalat ini berwarna putih bening dan berbentuk silinder.larva ini merusak tanaman dengan cara menggorok daun sehingga hanya menyisakan bagian epidermisnya saja. Serangga dewasa juga menyerang tanama dengan cara menusuk dan menghisap cairan pada daun tanaman sehingga tanaman berwarna merah kecoklatan. Pada serangan parah dapat menyebabkan seluruh pertanaman hancur.
  • Hama thrips (Thrips Palmi)
Hama ini menyerang dengan cara menghisap cairan pada daun tanaman. Gejala yang ditimbulkan hama ini adalah adanya warna keperak perakan pada daun yang terserang. Selain itu, daun yang terserang menjadi mengkerut atau terpelintir.

Demikian beberapa contoh hama tanaman kentang. Dianjurkan untuk memilih langkah pengendalian hama terpadu pada tanaman kentang agar lebih efektif dan ramah lingkungan.
Advertisement