Pengendalian Hama terpadu Pada Tanaman Kentang

Advertisement
thumbnail postingan
Pengendalian hama terpadu tanaman kentang adalah langkah pengendalian yang memadukan berbagai teknik dan cara pengendalian untuk meminimalisir populasi hama tanaman kentang dan penyakit tanaman kentang. Langkah pengendalian ini direkomendasikan karena lebih efektif dan ramah lingkungan. Berikut beberapa teknik pengendalian hama terpadu yang bisa dilakukan untuk tanaman kentang.
  • Pengendalian secara kultur teknis
Beberapa cara pengendalian kultur teknis adalah dengan sanitasi. Sanitasi adalah membersihkan area lahan dari sisa tanaman dan kotoran lain tujuannya adalah untuk meminimalisir inokulum patogen yang ada dalam tanah. Langkah selanjutnya adalah pengolahan tanah yang efektif. Pengolahan tanah ini bertujuan untuk menggemburkan tanah dan memutuskan siklus hidup hama tertentu salah satunya ulat tanah atau Agrotis ipsylon. Langkah pengendalian kultur teknis lain yang bisa digunakan adalah: Rotasi Tanaman,Pengaturan Jarak Tanam, Pemupukan dan Penanaman Tanaman Perangkap.
  • Pengendalian secara fisik dan mekanis
Pengendalian secara mekanis dapat dilakukan dengan membuang atau membunuh sendiri hama yang ditemukan dilapangan, sedangkan pengendalian secara fisik dapat dilakukan dengan pemasangan perangkap salah satunya perangkap kuning (Yellow trap) untuk mengendalikan hama thrips. selain pada kentang, perangkap kuning ini juga dapat digunakan untuk mengendalikan hama tanaman tomat khususnya thrips.
  • Pengendalian biologis
Pengendalian biologis adala pengendalian yang memanfaatkan musuh alami seperti predator, parasitoid, patogen, dan agen antagonis. Predator adalah Binatang yang memburu dan memakan atau menghisap cairan tubuh mangsanya. Contoh : Lycosa pseudoannulata (laba-laba). Parasitoid adalah Serangga yang hidup sebagai parasit pada atau di dalam serangga lainnya (serangga inang) hanya selama masa pra dewasa (masa larva). Imago hidup bebas bukan sebagai parasit dan hidup dari memakan nektar, embun madu, air dan lain-lain. Contoh : Diadegma semiclausum (parasitoid terhadap ulat daun kubis). Patogen adalah Mikroorganisme yang menyebabkan infeksi dan menimbulkan penyakit terhadap OPT. Secara spesifik mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit pada serangga disebut mikroorganisme entomopatogen, yang terdiri dari cendawan, bakteri dan virus. Agen antagonis adalah Agens Antagonis : Mikroorganisme yang mengintervensi/menghambat pertumbuhan patogen penyebab penyakit pada tumbuhan.
  • Pengendalian kimia
Pemgendalian kimia adalah langkah terakhir apabila berbagai teknik pengendalian lain tidak bisa mengurangi populasi hama atau penyakit tertentu. Pengendalian hama secara kimiawi merupakan upaya pengendalian pertumbuhan hama tanaman menggunakan pestisida, yaitu zat kimia pembasmi hama tanaman. Pestisida terdiri atas insektisida, larvasida, fungisida, dan algasida.
demikian beberapa langkah pengendalian hama terpadu pada tanaman kentang. semoga bermanfaat.




Advertisement