Pengendalian Hama Terpadu Tanaman Cabai

Advertisement
thumbnail postingan
PHT pada tanaman cabai merupakan teknik pengendalian yang memadukan seluruh taktik dan strategi untuk mengendalikan organisme penganggu pada tanaman cabai. Konsep pengendalian hama penyakit terpadu ini adalah berdasarkan agroekologi tanaman. Dalam pengembangan agribisnis sayuran, penerapan PHT masih relatif baru dan masih terbatas pada sebagian kecil komoditas. Namun, pengendalian dengan konsep PHT ini sangat dianjurkan karena lebih ramah lingkungan. sebelum mengenal langkah pengendalian hama terpadu pada tanaman cabai, baiknya kita mengenal terlebih dahulu jenis hama tanaman cabai dan penyakit tanaman cabai yang biasa menyerang.

PHT Tanaman cabai

  • Penggunaan varietas tahan
Penggunaan varietas tahan adalah salah satu upaya pertama dalam mencgah kerusakan yang ditimbulkan OPT. Beberapa varietas tahan yang di anjurkan untuk memperoleh produksi hasil yang optimal adalah: Hot Beauty (457), Hero (459), Long Chili (455), Ever Flavor (462), Passion (451), TM.999 dan masih banyak lagi.

Salah satu varietas tanaman cabai
  • Pengolahan tanah
Pengolahan tanah yang baik pada tanaman cabai adalah tanah dibajak hingga gembur kemudian ditambahkan pupuk kandang. Pengolahan tanah selain berfungsi untuk menggemburkan tanah, juga nerfungsi untuk mengurangi sumber inokulum patogen terbawa tanah (soil borne desease) ketika tanah dibalik, patogen yang berada di bawah tanah akan terpapar sinar matahari dan akan mati. Selain itu, kondisi tanah yang gembur cocok untuk perkembangbiakan mikroba menguntungkan yang dapat melawan patogen tanah.
  • Pengapuran
Pengapuran dilakukan apabila kondisi tanah masam. pH yang sesuai untuk perkembangan tanman cabai adalah 60-6,5. Apabila tanah masam, maka cendawan penyebab layu fusarium dan penyebab rebah kecambah seperti Rhizoctonia dan Phytium sp akan berkembang baik.
  • Perlakuan Benih
Benih cabai di rendam dengan air hangat dengan suhu 30-40oC selama 10 menit. Hal ini bertujuan untuk mengurangi atau mematikan patogen yang terbawa benih. Pada perlakuan lain bisa juga mencampur benih dengan fungisida yang berbahak aktif propined 70%.
  • Penggunaan Mulsa
penggunaan mulsa selain dapat mengendalikan gulma,juga berguna untuk mengendalikan OPT salah satunya kutu daun. Warna perak pada mulsa akan memantulkan cahaya yang tidak di sukai oleh hama hama yang tinggal di bawh daun. Selain MPHP, dapat juga menggunakan mulsa organik, salah satunya dari jerami padi.
  • Penggunaan Pestisida
Pestisida digunakan sebagai langkah terakhir apabila semua aspek pengendalian sudah dilakukan. Penggunaan pestisida hendaknya menggunakan prinsip tepat dosis, tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu dan tepat harga. Gunakanlah pestisida dengan bijak agar tidak berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

Demikianlah beberapa teknik pengendalian hama terpadu pada tanaman cabai. Semoga bermanfaat.
Advertisement