Rabu, 16 Desember 2015

Pengendalian Hama terpadu Tanaman Jagung

Advertisement
Advertisement

thumbnail postingan
Pengendalian hama terpadu tanaman jagung merupakan salah satu teknik pengendalian yang memadukan seluruh teknik dan strategi yang bisa dilakukan untuk menekan pertumbuhan hama dan penyakit pada tanaman jagung. Sebelum melakukan langkah pengendalian, perlu menidentifikasi dulu hama tanaman jagung dan penyakit tanaman jagung agar tidak salah dalam melakukan langkah pengendalian. Berikut beberapa langkah pengendalian hama terpadu tanaman jagung:

PHT Tanaman Jagung

  • Pengelolaan tanaman
Pengelolaan tanaman ditujukan untuk meminimalkan serangan hama utama yaitu penggerek batan dan penggerek tongkol dan penggerek batang. Tanaman yang kekeringan dan mengalami defisiensi hara akan mudah terinfeksi busuk tongkol. Waktu panen yang kurang tepat (dipanen sebelum mencapai masak fisiologis) dapat menyebabkan jagung rentan terserang hama kumbang bubuk.
  • Varietas tanaman
Penggunaan varietas tahan adalah salah satu langkah pengendalian pertama untuk mencegah atau meminimalisir serangan hama penyakit tanaman.
  • Pengendalian hayati
Pengendalian hayati adalah langjah pengendalian yang memanfaatkan organisme hidup untuk mengendalikan patogen tanaman. Salah satu contoh pengendalian adalah dengan Penggunaan entomopatogenik Beauveria bassiana dengan konsentrasi 109 konidia/ml, dengan takaran 20 ml/kg biji dapat mencapai mortalitas 77,50%. Penggunaan musuh alami jenis Anisopteromalus calandrae (Howard) merupakan parasit larva.
  • Pengendalian dengan pestisida nabati
Pengendalian lainya dapat dilakukan dengan pestisida nabati. Bahan bahan yang bisa digunakan untuk pestisida nabati adalah Bahan nabati yang dapat digunakan yaitu daun Annona sp., Hyptis spricigera, Lantana camara , daun Ageratum conyzoides, Chromolaena odorata, akar dari Khaya senegelensis, Acorus calamus, bunga dari Pyrethrum sp., Capsicum sp., dan tepung biji dari Annona sp. dan Melia sp.
  • Fumigan
Fumigan adalah bahan kimia yang berbentuk gas yang pada tenperatur dan konsentrasi tertentu dapat mengendalikan hama. Namun penggunaan fumigan ini perlu memperhatikan beberapa hal agar langkah pengendaliannya efektif. Hal yang harus diperhatikan adalah wadah atau gudang penyimpanan harus kedap udara. Sebaiknya, gudang yang telah di fumigasi tidak boleh dimasuki dulu selama kurang lebih satu minggu agar tidak membahayakan manusia. Bahan fumigan yang bisa digunakan adalah phospine.
  • Pengendalian kimiawi
Pengendalian kimiawi adalah langkah pengendalian terakhir apabila segala cara yang dilakukan tidak bisa mengendalikan hama atau penyakit. Pengendalian dengan cara ini harus dilakukan secara bijak agar tidak berdampak negatif pada lingkungan.

demikian beberapa langkah pengendalian hama terpadu tanaman jagung. semoga bermanfaat.