Pengendalian Hama Terpadu Tanaman Teh

Advertisement
thumbnail postingan
Pengendalian hama terpadu tanaman teh - Pengendalian hama terpadu atau PHT adalah suatu konsep yang memadukan seluruh teknik, taktik, dan strategi pengendalian untuk menekan pertumbuhan OPT agar tetap berada dibawah ambang ekonomi. PHT pada tanaman teh penting dikakukan untuk mengurangi kehilangan hasil akibat organisme penganggu tanaman (OPT) dengan cara pengendalian yang ramah lingkungan agar tercapai pertanian yang berkelanjutan. sebelum mengetahui cara pengendalian hama penyakit teh, ada baiknya mengenal dulu jenis Hama tanaman teh dan penyakit tanaman teh. berikut beberapa strategi pengendalian hama terpadu pada tanaman teh.

PHT Tanaman Teh

  • Penggunaan klon teh tahan OPT 
Penggunaan klon tahan OPT menjadi langkah pengendalian awal yang berguna untuk meminimalisir kehilangan hasil akibat serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Penanaman klon tahan OPT ini mutlah menjadi langkah preventif apalagi untuk penanaman teh di areal baru yang terletak di dataran tinggi dan memiliki lahan yang miring. Penggunaan klon ini juga di anjurkan untuk replanting kebun yang rentan terserang penyakit. Contoh klon tahan yang bisa digunakan adalah klon GMB-1 dan GMB11, selain tahan terhadap penyakit cacar daun klon ini juga memiliki potensi hasil yang tinggi.
  • Perbaikan dan Pengelolaan ekosistem 
Perkebunan teh umumnya menggunakan sistem tanam monokultur. Hal ini menyebabkan tanaman teh rentan akan resiko ledakan serangga hama. Untuk itu, diperlukan perbaikan dan pengelolaan ekosistem untuk mencegah adanya ledakan hama tersebut. pengelolaan ekosistem bisa dilakukan dengan penanaman pohon pelindung. Beberapa contoh pohon pelindung yang dapat digunakan adalah Crotalaria, Tephrosia, Flemengia, Sesbania, dll. Selain penggunaan pohon pelindung, bisa juga menggunakan mulsa organik dan penanaman cover crop (tanaman penutup tanah). Pemberian mulsa dan penanaman cover crop dapat membantu menambah bahan organik tanah dan meningkatkan keanekaragaman hayati disekitar perkebunan.

  • Pengendalian hayati dengan jamur entomopatogenik
Pengendalian hayati adalah pengendalian yang memanfaatkan mikroba atau mikroorganisme yang bersifat antagonis terhadap OPT. Salah satu pengendalian hayati di pertanaman teh adalah pemanfaatan isolat jamur Paecilomyces furmosoroseus untuk mengendaikan hama helopeltis. Selain itu, jamur entomopatogenik lain yang bisa digunakan adalah Metharizzium anisopliae, beauveria bassiana, hirsutella, dll.

  • Pengendalian dengan pestisida nabati
Pestisida nabati adalah pestisida yang berasal dari bahan bahan alami. Pestisida ini bisa berfungsi sebagai insektisida, repelent atau antihormonal. jenis tanaman yang dapat berfungsu sebagai pestisida nabati pada umumnya dari familia Meliaceae, Annonaceae, Asteraceae, Rutaceae, Labitae, Piperaceace, dan Canellaceae. Untuk pestisida nabati yang biasa digunakan di perkebunan teh salah satu contohnya adalah daun nimba (Azadirachta indica) , mindi (Mellia azedarach) dan tuba (Derris ellepatica).

  • Pengendalian kimiawi
Pengendalian kimiawi adalah alternatif pengendalian terakhir apabila cara lain tidak dapat mnengendalikan OPT. Pengendalian secara kimiawi dilakukan apabila hama telah mencapai ambang ekonomi. Namun, dalam pengendalian kimiawi ini harus bijak dan menggunakan prinsip 5 tepat, yaitu tepat jenis, tepat dosis, tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat cara.

Demikian beberapa teknik pengendalian hama terpadu pada tanaman teh. Langkah bijak kita dalam penanganan OPT akan mendukung program keberlanjutan pangan di Indonesia.
Advertisement