Pengendalian Hama Terpadu Tanaman Tomat

Advertisement
thumbnail postingan
Pengendalian hama terpadu tanaman tomat adalah pengendlaian yang memadukan seluruh teknik dan cara pengendalian untuk menekan kerugian yang ditimbulkan oleh OPT. Prinsip dari PHT adalah pengendalian berbasis agroekosistem sehingga pengendalian dengan cara ini lebih efektif, murah dan ramah lingkungan. sebelum mengetahui langkah pengendalian hama pada tomat, penting untuk mengidentifikasi terlebih dahulu hama tanaman tomat dan penyakit tanaman tomat agar tidak salah dalam mengambil langkah pengendalian. Berikut tahapan pengendalian hama terpadu pada tanaman tomat:

PHT PADA TANAMAN TOMAT

  • Penggunaan varietas tahan
Penggunaan varietas tahan adalah salah satu langkah preventif untuk mengurangi kehilangan hasil akibat gangguan hama dan penyakit tanaman. Beberapa varietas tahan yang dianjurkan adalah: TW, Gondol Hijau, Artaloka, sedangkan LV 2100 dan LV 2099 .
  • Perlakuan Benih
Sebelum tanam, benih diberi perlakuan untuk mencegah penyakit yang terbawa benih (seed borne desease) dengan cara direndam dengan air hangat atau diberi perlakuan kimia dengan penggunaan fungisida.
  • Sanitasi
Sanitasi adalah kegiatan membersihkan area lahan dari gulma maupun sisa sisa tanaman hal ini berguna untuk mengurangi sumber inokulum patogen yang bersifat saprofit fakultatif. Patogen yang bersifat saprofit fakultatif dapat bertahan dalam sisa sisa tanaman sehingga dapat lansung menyerang tanaman yang masih muda. Kegiatan sanitasi ini diharapkan dapat menurangi patogen yang mungkin masih bersarang diantara sisa tanaman tersebut.
  • Pengolahan tanah
Pengolahan tanah dilakukan dengan cara membalik dan menggemburkan tanah. Selain untuk memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah, pengolahan tanah juga dapat mengurangi sumber inokulum patogen yang ada di dalam tanah. Ketika tanah dilakukan pembalikan, patogen atau telur hama yang ada didalam tanah aka terangkat dan terkena sinar matahar. Biasanya patogen dan telur telur hama itu tidak tahan degan sinar matahari sehingga akan mati. salah satu contoh hama yang bisa mati akibat pengolahan tanah ini adalah ulat tanah, selain merusak tomat hama ini juga dapat menjadi hama tanaman kentang.
  • Pemupukan
Dosis pemupukan yang dianjurkan adalah Pupuk majemuk NPK 15-15-15 dengan dosis 1000 - 1200 kg/ha atau menggunakan pupuk tunggal : pupuk Urea 125 kg/ha; ZA 300 kg/ha; TSP 250 kg/ha dan KCl 200 kg/ha ditambah dengan pupuk kandang dengan dosis 30ton/ha. Pemupukan harus berimbang, karena apabila kelebihan pupuk N biasanya memicu serangan hama ulat menjadi lebih besar.
  • Pengendalian kimia
Pengendalian kimia dengan menggunakan pestisida dilakukan apabila berbagai cara dan metode tidak dapat menguangi sumber inokulum patogen.penggunaan bahan kimia ini harus dilakukan dengan bijak agar tidak berdampak negatif baik pada lingkungan maupun pada kesehatan manusia.

demikianlah beberapa langkah pengendalian hama terpadu tanaman tomat . semoga bermanfaat.


Advertisement