Penyakit Tanaman Cabai

Advertisement
thumbnail postingan
Penyakit tanaman cabai - faktor pembatas lain dalam budidaya tanaman cabai adalah adanya patogen atau penyakit yang menyerang tanaman cabai. Serangan patogen ini tidak kalah berbahaya dan merugikan dengan serangan Hama tanaman cabai. Patogen tanaman cabai ini, apabila tidak dikendalikan dapat menurunkan produksi hingga 60%, untuk itu mengenal jenis patogen dan mengendalikannya dengan cara bijak menjadi hal yang sangat penting dilakukan untuk menjaga kestabilan produktivitas cabai di Indonesia.

Penyakit pada Tanaman Cabai

  • Layu Fusarium
Penyakit layu fusarium disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum. Gejala yang ditimbulkan tanaman mengalami kelayuan karena jaringan akar terganggu. Akar dan batang menjadi kecoklatan dan warna daun dan ranting muda berwarna kekuningan. Terdapat tanda berupa hifa yang berwarna putih seperti kapas pada tempat luka infeksi. Apabila serangan sudah berat, pertumbuhan tanaman akan terhambat dan sama sekali tidak dapat menghasilkan buah. Serangan yang masih terkategor rendah sampai sedang dapat menyebabkan produksi buah sedikit dan ukuran buah kecil.
  • Layu bakteri
Layu bakteri ini disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum. Gejala yang ditimbulkan, tanaman tua mengalami kelayuan yang berawal dari bagian bawah tanaman, sedangkan pada tanaman muda kelayuan berawal dari bagian atas tanaman dan lama kelamaan dapat menjadi layu permanen namun warna daun tetap hijau. Untuk membedakan serangan layu fusarium dan layu bakteri, ambil batang atau akar tanaman kemudian potong melintang dan celupkan pada air jernih. Apabila dari potongan akar tersebut keluar cairan putih seperti lendir, artinya dia terserang layu bakteri. Tetapi apabila air menjadi keruh artinya tanaman tersebut terserang layu fusarium.
  • Penyakit Virus Kuning (Gemini Virus)
Vektor virus ini adalah hama Bemisia tabachi. Gejala yang ditimbulkan dari gemini virus adalah helai daun yang terserang mengalami vein clearing dimulai dari pucuk daun dan selanjutnya menjadi warna kuning jelas. Tulang daun menggulung keatas kemudian menebal. Tanaman menjadi kerdil dan tidak dapat menghasilkan buah.
  • Penyakit bercak daun
Penyakit bercak daun ini desebabkan oleh cendawan cercospora sp. Gejala ditandai dengan adanya bercak bulat kecoklatan pada daun. Ukuran bercak bisa mencapai satu inci dengan pusat bercak berwarna pucat sampai putih. Penyakit ini menyebabkan daun menjadi kering dan menghambat fotosintesis.

Penyakit tanaman cabai yang lain masih banyak seperti Antraknose/patek, busuk daun dan lain lain. Disarankan untuk melakukan pengendalian hama terpadu tanaman cabai yang ramah lingkungan untuk keberlanjutan pertanian di Indonesia.
Advertisement