Rabu, 23 Desember 2015

Penyakit Tanaman Jeruk

Advertisement
Advertisement

thumbnail postingan
Penyakit tanaman jeruk- jeruk merupakan salah satu buah yang terkenal mengandung kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Jeruk merupakan salah satu jenis buah yang digemari masyarakat Indonesia.  Namun, praktek budidaya tanaman ini masih memiliki beberapa kendala. Salah satu kendala dalam budidaya tanaman ini adalah serangan penyakit dan hama tanaman jeruk yang dapat menyebabkan kerugian bagi petani jeruk. selain jeruk, komoditas buah lain yang digemari masyarakat indonesia adalah buah mangga.seperti halnya jeruk hama tanaman mangga menjadi salah satu faktor pembatasnya.

Penyakit pada tanaman jeruk

  • CVPD (Citrus phloem vein degenaration)
Pada awalnya penyakit ini CVPD ini diduga disebabkan oleh virus, namun ternyata penyakit ini disebabkan oleh bakteri Liberobacter asiaticum dengan vektor hama kutu loncat (Diaphorina citri). Gejala yang ditimbulkan akibat serangan penyakit ini adalah adanya lekuk batang dan kaku pemucatan pada vena daun, selain itu menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat. Salah satu langkah pengendalian penyakit ini adalah dengan menjaga kebersihan kebun, mencabut dan memusnahkan tanaman yang terserang, dan selanjutnya adalah pengendalian vektor dengan menggunakan Supracide atau Cascade.
  • Woody gall (Vein Enation)
Penyebab penyakit ini adalah virus virus Citrus Vein Enation dengan vektor Toxoptera citridus, dan hama Aphis gossypii. Penyakit ini menyerang beberapa jenis tanaman jeruk yaitu jeruk nipis, jeruk manis, jeruk siem, rough lemon dan sour orange. Gejala yang ditimbulkan akibat serangan virus ini adalah adanya tonjolan yang tidak teratur dan tersebar di seluruh tulang daun dan permukaan daun. salah satu pengendalian untuk penyakit ini adalah dengan menjaga kebersihan kebun, dan menggunakan mata tunas yang bebas virus (sehat).
  • Blendok
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Diplodia natalensis. Penyakit ini menyerang bagian batang atau cabang tanaman. Gejala yang ditimbulkan penyakit ini adalah kulit ketiak cabang menghasilkan gom yang berwarna merah dan menarik perhatian hama lain yaitu kumbang. Selain itu warna kayu mejadi keabu abuan dan kulit menjadi kering kemudian mengelupas. Salah satu cara pengendalian untuk penyakit ini adalah dengan memotong dan memusnahkan bagian tanaman yang terserang, bekas potongan diberi karbolineum atau fungisida Cu. dan fungisida Benomyl 2 kali dalam setahun..
  • Embun tepung
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan odidium titangium. Penyakit ini menyerang bagian tangkai muda dan daun tanaman. Gejala yang ditimbulkan akibat penyakit ini adalah adanya tepung berwarna putih yang tersebar disekitar daun dan tangkai muda. Salah satu langkah pengendalian untuk penyakit ini adalah secara kimiawo dengan penyemprotan fungisida Pyrazophos (Afugan) dan Bupirimate (Nimrot
25 EC).
  • Kudis
Penyakit ini disebabkan oleh jamur Sphaceloma fawcetti. bagian tanaman yang diserang hama ini adalah tangkai dan buah. Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalh adanya bercakkecil yang jernih kemudian berubah menjadi semacam gabus yang berwarna kuning atau orange. Salah satu cara pengendalian penyakit ini adalah dengan pemangkasan yang teratur kemudian menggunakan fungisida Dithiocarbamate /Benomyl (Benlate).

Demikian beberapa penyakit penting tanaman jeruk. Disarankan untuk menggunakan langkah pengendalian hama penyakit terpadu agar lebih efektif dan ramah lingkungan.