Penyakit Tanaman Kentang

Advertisement
thumbnail postingan
Penyakit tanaman kentang menjadi salah satu faktor pembatas dalam budidaya tanaman kentang. Serangan penyakit dan hama tanaman kentang bisa mengakibatkan kerugian hingga 100% apabila tidak segera ditangani dengan bijak. Untuk itu, penting untuk mengetahui jenis penyakit yang biasa menyerang tanaman kentang agar tidak salah dalam menentukan langkah pengendalian.

Penyakit pada tanaman kentang

  • Layu bakteri
Penyakit layu bakteri ini disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum. Gejala yang ditimbulkan dari serangan bakteri ini adalah daum menjadi layu dan dimulai dari daun muda atau pucuk. Berkas pembuluh yang ada pada pangkal batang berubah warna menjadi kecoklatan dan apabila ditekan akan mengeluarkan cairan lendir yang berwarna abu abu keruh. Tidak hanya pada daun, gejala penyakit ini ada juga pada umbui. Umbi yang terkena penyakit ini akan berwarna coklat sampai hitam, dan apabila umbi dibelah akan tampak jaringan yang membusuk berwarna coklat.
  • Penyakit busuk daun
Penyakit busuk daun ini disebabkan oleh Phytophtora infestan, penyakit ini sering juga disebut hawar daun atau late bright. Gejala awal yang ditimbulkan dari penyakit ini adala adanya bercak basah pada bagian tepi daun atau pada tengah daun, kemudian bercak ini melebar hingga kebagian daun yang lainnya. Serangan penyakit ini bisa juga menyebar ke area batang dan umbi tanaman. Pada serangan berat dapat menghancurkan pertanaman kentang.
  • Penyakit layu dan busuk kering umbi
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan fusarium oxysporum . gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah adanya bercak berlekuk berwarna tua atau hitam pada umbi, lama kelamaan bercak ini akan meluas dan menyebabkan bagian umbi kentot, keripu, mengering dan keras. tanaman yang terserang penyakit ini pertumbuhannya terhambat, adanya gejala klorosis pada bagian bawah tanaman, menguning, kemudian tanaman layu dan mengering.
  • Penyakit bercak kering
Penyakit ini disebut juga cacar atau early blight. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Alternaria solani. Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah adanya bercak kecil yang membulat pada daun. Warna daun menjadi menguning, kering dan mudah rontok. Kadang kadang bercak ini menyebar pada tangkai daun, batang, cabang dan umbi.
  • Penyakit sista kuning
Penyait ini disebabkan oleh nematoda sista kuning atau biasa juga disebut Globodera rostochiensis . gejala yang ditimbulkan oleh nematoda ini adalah terganggunya pertumbuhan tanaman. Tanaman menjadi kerdil, berwarna kuning dan cepat layu atau mati. Nematoda betina yang menempel pada umbi juga akan menyebabkan kerusakan jaringan tanaman.

Demikian beberapa contoh penyakit pada tanaman kentang. Disarankan untuk melakukan langkah pengendalian hama penyakit terpadu tanaman kentang yang lebih efektif dan ramah lingkungan.
Advertisement