Senin, 21 Desember 2015

Penyakit Tanaman Kopi

Advertisement
Advertisement

thumbnail postingan
Penyakit tanaman kopi - kopi merupakan salah satu komoditas andalan di Indonesia. Namun pada kenyataannya, praktek budidaya kopi ini masih menemui kendala. Salah satu kendala yang dihadapi petani kopi adalah adanya serangan penyakit dan hama tanaman kopi yang dapat menurunkan produksi kopi di Indonesia.

Penyakit pada Tanaman Kopi

  • Karat daun kopi
Penyakit karat daun kopi ini disebabkan oleh patogen Hemileia vastatrix. Penyakit ini dapat menyerang pada berbagai stadia tanaman kopi. Gejala yang ditimbulkan akibat serangan penyakit ini adalah adanya bercak kuning yang kemudian berubah menjadi coklat pada daun tanaman yang terserang. Permukaan bercak pada sisi bawah daun terdapat urdespora seperti tepung yang berwarna jingga atau orange. Serangan berat penyakit ini dapat menyebabkan pohon kopi tampak kekuningan, menyebabkan daun gugur dan akhirnya pohon menjadi gundul. Salah satu langkah pengendalian penyakit ini adalah dengan pemupukan yang berimbang, pemangkasan dan pengaturan kelembaban disekitar kebun dengan cara mengatur naungan ataupun pohon pelindung. Selain itu dapat menanam varietas tanaman kopi yang tahan karat seperti S 795, S 1934,USDA 62, Kartika 1 dan 2.
gejala karat daun kopi

  • Bercak daun kopi
Penyakit ini disebabkan oleh jamur Mycosphaerella coffeicola atau jamur Cercospora coffeicola. Penyakit ini dapat menyerang ketika tanaman kopi masih dalam tahap pembibitan sampai tanaman dewasa. Penyakit ini biasanya banyak muncul pada tanaman yang kurang pemeliharaannya. Faktor lingkungan yang mendukug dalam penyebaran penyakit ini adalah kelembaban dan pola tanam yang kurang baik. Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah adanya bercak berwarna kuning yang tepinya dikelilingi halo pada daun tanaman. Halo adalah lingkaran yang berwarna kekuningan disekitar gejala. Salah satu langkah pengendalian yang bisa digunakan untuk mengantisipasi penyakit ini adalah dengan membuang dan membenamkan tanaman yang sakit dan sisa sisa tanaman yang terinfeksi kemudian mengatur kelembabak lingkungan dan pengaturan pola drainase di kebun.
  • Nematoda
Salah satu jenis nematoda yang biasa menyeranhg kopi adalah Pratylenchus coffeae dan Radopholus similis,. Gejala yang ditimbulkan akibat serangan nematoda ini adalah tanaman kopi yang terserang terlihat kerdil dengan daun menguning dan mudah gugur. Selain itu, pertumbuhan cabang (terutama cabang primer) menjadi terhambat. Hal ini menyebabkan produksi bunga sedikit dan menghasilkan buah prematur. Bagian akar tanaman membusuk dan putus dibeberapa bagian sehingga fungsi utama akar menjadi terganggu. Pada serangan berat dapat menyebabkan kematian pada tanaman.
  • Jamur upas
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Corticium salmonicolor. Jamur ini dapat menyerang banyak bagian tanaman diantaranya batang, cabang, ranting dan buah kopi. Jamur ini pertama kali menginfeksi sisi bagian bawah cabang ataupun ranting kopi sehingga timbul adanya benang benang jamur tipis berbentuk sarang laba laba. Gejala lebih lanjut, benang benang tersebut mengakibatkan nekrosis kemudian tanaman yang terserang menjadi busuk. Penyebaran jamur ini dapat melalui tiupan angin ataupun percikan air.

Demikian beberapa contoh penyakit tanaman kopi, disarankan untuk melakukan prinsip pengendalian hama terpadu agar lebih efektif dan ramah lingkungan.