Jumat, 11 Desember 2015

Puisi Tipografi

Tags
Advertisement
Advertisement

thumbnail postingan
Puisi tipografi (perwajahan puisi) sering juga disebut puisi kontemporer, yaitu salah satu jenis puisi yang bebas atau tidak terikat oleh aturan aturan seperti pengaturan baris, bahkan puisi jenis ini tidak lagi memperhatikan aturan penulisan seperti huruf pertama harus kapital dan harus di akhiri oleh tanda titik. Puisi ini hanya terikat pada tema dan struktur fisik puisi, selebihnya puisi ini lebih mementingkan estetika belaka.

Contoh puisi tipografi bisa dilihat dari karya Sutardji Calzoum Bachri yang berjudul Tapi.
aku bawakan bunga padamu
tapi kau bilang masih
aku bawakan resah padamu
tapi kau bilang hanya
aku bawakan darahku padamu
tapi kau bilang cuma
aku bawakan mimpiku padamu
tapi kau bilang meski
aku bawakan dukaku padamu
tapi kau bilang tapi
aku bawakan mayatku padmu
tapi kau bilang hampir
aku bawakan arwahku padamu
tapi kau bilang kalau
tanpa apa aku datang padamu
wah!
"Sutardji Calzoum Bachri, O AMUK KAPAK, 1981"
Tipografi juga bisa disebut sebagai ukiran bentuk. Ukiran bentuk yang dimaksud adalah baris baris atau bait dalam suatu puisi. Setiap penyair memiliki karakter berbeda dalam memunculkan ukiran bentuk ini, tergantung kegemaran masing masing. Ada yang selalu menuliskan huruf kecil semua, ada yang menyisipkan beberapa kata dengan huruf kapital sebagai penegasan maksud, ada pula yang selalu menggunakan huruf besar pada awal kalimatnya. Termasuk juga dalam penggunaan tanda baca, ada yang masih menggunakan kaidah tanda baca ada juga yang tidak menggunakan tanda baca sama sekali. Tidak masalah,anda mau menggunakan ukiran bentuk yang mana. Pada dasarnya puisi tipografi ini lebih menitikberatkan pada estetika puisi.

Baca Juga :
Demikian sedikit penjelasan mengenai puisi tiporafi. Ayo buat puisi.. :)