Jumat, 01 Januari 2016

Hama Pada Tanaman Nangka dan Pengendaliannya

Advertisement
Advertisement

thumbnail postingan
Hama Tanaman Nangka dan Pengendaliannya- Nangka merupakan salah satu komoditas buah yang cukup digemari oleh masyarakat Indonesia karena rasa da aromanya yang khas. Salah satu faktor pembatas dalam budidaya buah ini adalah adanya serangan hama dan penyakit tanaman yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas buah nangka. Berikut macam macam hama yang sering menyerang tanaman nangka: (Baca juga: Hama Penting Tanaman Alpukat dan Pengendaliannya)
  • Ulat penggerek pucuk (Diapharina caesalis)
Hama ini merusak tanaman dengan cara menggerek bagian tanaman dan membuat terowongan sampai ke pucuk tanaman. Selain itu, ulat ini juga menyerang bagian tanaman lain seperti kuncup muda dan buah. Gejala serangan ulat ini adalah terdapat bekas gerekan ulat pada bagian tanaman yang terserang. Beberapa cara pengendalian ulat ini adalah dengan memotong dan memusnahkan bagian tanaman yang terserang, melinfungi dan membungkus buah dan apabila serangan sudah parah dapat dilakukan pengendalian secara kimiawi dengan aplikasi insektisida.
  • Penggerek kulit batang (Indarbela tetraonis)
Hama ini menyerang batang tanaman dengan membuat gerekan gerakan apada kulit sehingga menjadi terbentuk lubang lubang kecil paddda kulit tanaman. Beberapa cara pegendalian untuk hama ini adalah dengan melakukan pengasapan pada lubang bekas gerekan hama dan dapat dilakukan pengendalian secara kimiawi dengan penyemprotan insektisida sistemik yang berbahan aktif carbaryl.
  • Kumbang belalai
Hama ini merupakan hama nangka yang khas, kumbang ini biasanya menyerang kuncup tanaman. Hama tersebut masuk ke kuncup tanaman kemudian memakan kuncup tersebut. Beberapa cara pengendalian untuk hama ini adalah dengan mengumpulkan dan memusnahkan bagian tanaman yang terserang, dan dapat pula diaplikasikan insektisida.
  • Kepik (Helopeltis)
Serangga ini berasal dari ordo hemiptera. Hama ini menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan tanaman terutama pada bagian tanaman yang masih muda. Warna dari nimfa kepik ini bervariasi ada yang hijau ataupun kuning kehitaman dengan panjang tubuh berkisar antara 6,5-7,5 mm. Hama ini dapat bertelur hingga 18 butis per satu periode dengan masa inkubasi 5-7 hari. Beberapa cara pengendalian untuk hama ini adalah dengan menggunakan beberapa jenis musuh alami seperti Erythmelus helopeltis dan menggunakan predatos seperti Sycanus leucomesus, Isyndrus sp. dan Cosmolestes picticeps. Selain itu dapat dilakukan pengendalian secara kimiawi dengan mengaplikasikan insektisida pada tanaman yang terserang misal insektisida Lannate 25 WP, Atabron 50EC.
  • Lalat Buah (Daucus dorsalis)
Hama ini merusak dengan cara imago menusukan telurnya ke buah nangka kemudian setelah telur itu menetas larva memakan buah tersebut. Gejala yang ditimbulkan oleh hama ini adalah terdapat bekas tusukan lalat buah berupa bintik kecil berwarna kehitaman pada kulit buah dan bagian dalam buah menjadi membusuk akibat digerogoti larva. Beberapa cara pengendalian hama ini adalah dengan melakukan pembungkusan buah, penggunaan perangkap methyl eugenol dan aplikasi insektisida.

Demikian beberapa contoh hama pada tanaman nangka. Semoga bermanfaat.