Sabtu, 02 Januari 2016

Hama Tanaman Anggrek dan Pengendaliannya

Advertisement
Advertisement

thumbnail postingan
Hama Tanaman Anggrek dan Pengendaliannya- Anggrek merupakan salah satu tanaman hias yang cukup populer di Indonesia. Bunga ini memiliki warna dan corak yang indah sehingga menarik minat masyarakat. Dalam praktek budidayanya, salah satu hal yang menjadi faktor penbatas petani anggrek adalah serangan hama yang apabila tidak dikendalikan dapat menurunkan kualitas dan kuantitas produksi. Berikut macam macam hama yang menyerang anggrek beserta pengendaliannya. (baca juga: Hama penting bunga melati)
  • Kutu perisai
Gejala yang ditimbulkan akibat serangan hama ini adalah adanya bercak hitam pada bekas serangan. Biasanya hama ini ditemukan menempel secara bergerombol pada pelepah daun dengan wana kemerahan sehingga hama ini dapat merusak daun juga.beberapa cara pengendalian untuk hama ini adalah dengan menggosok bagian yang dihinggapi hama dengan kapas dan air sabun. Dan apabila serangan sudah berat, dapat dilakukan pengendalian secara kimiawi dengan penyemprotan insektisida.
  • Belalang
Gejala yang ditimbulkan oleh hama ini adalah terdapat bekas gigitan belalang pada daun daun tanaman. Kerusakan daun dimulai dari pinggir daun dengan luka gigitan bergerigi dan tidak beraturan. Untuk belalang yang ukurannya kecil, monitoring hama ini harus dilakukan dengan cermat. Salah satu cara untuk mengendalikan hama ini adalah dengan menangkap dan membunuh belalang, apabila serangan sudah lanjut dapat diaplikasikan insektisida yang bersifat sistemik ataupun kontak.
  • Trips
Hama ini merusak tanaman dengan cara menhisap cairan tanaman sehingga menimbulkan bercak abu abu pada permukaan daun dan dapat juga merusak bunga sehingga menyebabkan bunga mengalami malformasi (perubahan bentuk) sehingga bunga menjadi tidak menarik. Salah satu cara pengendalian untuk hama ini adalah dengan pengaturan pot anggrek untuk menjaga kelembaban dan secara kimiawi dengan aplikasi insektisida.
  • Keong
Hama ini biasanya menyerang lembaran daun anggrek dengan menggigit dan memakan daun tersebut sehingga daun menjadi berlubang dan rusak. Salah satu cara pengendalian untuk hama ini adalah dengan mengambil dan membunuh keong bila jumlahnya sedikit. Pada serangan berat, dapat diaplikasikan pestisida atau dijebak degan menggunakan bubuk pursi.
  • Kumbang
Gejala yang ditimbulkan akibat serangan hama ini adalah adanya daun atau batanng tanaman yang berlubang bekas gigitan atau gerekan dari kumbang ini. Beberapa ada yang menetaskan telurya pada daun sehingga menyebabkan daun anggrek menjadi rusak. Beberapa cara pengendalian untuk hama ini adalah dengan menjaga sanitasi pot atau sekitar pertanaman anggrek. Bersihkan juga pot dan tanaman dari pupa ataupun telur kumbang. Apabila serangan sudah berat dapat dilakukan pengendalian secara kimiawi dengan penyemprotan insektisida.
  • Ulat daun
Hama ini biasa menyrang daun tanaman, kuncup bunga, tunas daun ataupun bunga yang sedang mekar. Gejala yang ditimbulkan oleh hama ini adalah terdapat bekas gigitan ulat pada bagian yang terserang. Berbeda halnya dengan belalang, ulat ini biasanya memulai serangan pada bagian tengah daun dan luka gigitan lebih teratur. Hama ini dapat dikendaliakn secara mekanis dengan cara menangkap dan membunuhnya secara langsug. Apabila serangan berat dapat diaplikasikan insektisida kimia.

Demikian beberapa hama pada tanaman anggrek serta pengendaliannya. Semoga bermanfaat.