Hama Tanaman Cengkeh dan Cara Pengendaliannya

Advertisement
hama tanaman cengkeh
Hama Tanaman Cengkeh – cengkeh merupakan salah satu komoditas tanaman penghasil minyak astiri. cengkeh merupakan salah satu komoditas unggulan di Indonesia karena memiliki banyak kegunaan diantaranya digunakann dalam industri pengolahan makanan, obat herbal, kosmetik maupun dalam industri pembuatan rokok.

Dalam prakteknya, budidaya tanaman cengkeh ini masih memiliki beberapa kendala salah satunya adalah serangan hama tanaman. Hama merupakan salah satu organisme penganggu tanaman yang apabila tidakdikendaliakn dapat menurunkan kualitan dan kuantitas hasil tanaman. Hama ini dapat merusak bagian tanaman dari ujung daun sampai ujung akar. Berikut beberapa macam hama penting tanaman cengkeh :


  • Penggerek batang cengkeh (Hexamitodera spp)
Hama ini merupakan salah satu hama yang berasal dari ordo colepotera, dan menyerang tanaman pada stadia larva. Hama ini apabila tidak dikendalikan dapat menimbulkan kerugian hingga 70% bahkan pada beberapa kasus dapat mencapai 75%. Gejala yang ditimbulkan hama ini adalah adannya lubang lubang bekas gerekan hama pada batang pohon cengkeh. Lubang ini rata rata berukuran 3-5 mm. Biasanya lubang gerekan ini ditemukan pada batang pohon cengkeh dengan ketinggian 0,3 hingga 5 meter dari permukaan tanah. Beberapa cara pengendalian untuk hama ini adalah dengan menjaga kebersihan kebun, dan dapat juga dengan aplikasi insektisida.

  • Kumbang Xyleborus (Xyleborus sp)
Hama ini merupakan salah satu jeis kumbang yang berukuran kecil dan berwarna hitam. Umumbya kumbang jantan tidak memiliki sayap dan hanya kumbang betina yang memiliki satap. Sehingga selama hidupnya kumbang jantan hanya hidup disekitar pertanaman. Gejala yang ditimbulkan akibat serangan hama ini adalah adanya lubang bekas gerekan kumbang pada permukaan kulit cabang tanaman. Lubang ini beukuran kurang lebih 1 mm. Gerekan pada kulit cabang ini menyebabkan cabang tanaman menjadi lemah dan mudah patah. Selain itu menyebabkan tunans tunas menjadi mati, daun dan ranting tanaman mengegering hingga menyebabkan cabang menjadi mati. Beberapa cara pengendalian untuk hama ini adalah dengan menjaga sanitasi kebun, mengumpulkan dan memusnahkan bagian tanaman yang terserang dan dapat dilakukan pengendalian secara kimiawi dengan mengaplikasikan insektisida.


  • Kumbang penggerek cabang (Ardela sp)
Gejala yang ditimbulkan akibat serangan hama ini adalah adanya lubang bekas gerekan pada cabang tanaman. Ukuran lubang berkisar antara 12,5- 2,5 mm. Biasanya lubang bekas gerekan hama ini tertutup oleh serbuk kayu sisa gerekan dan dijalin dengan serat halus. Seragan hama i i dapat menyebabkan tanaman menjadi lemah dan mengurangi produksi tanaman. Salah satu cara pengendalian hama ini dapat dilakukan secara kimiawi dengan aplikasi insektisda sesuai dengan dosis yang dianjurkan.


  • Penggerek ranting (Coptocercus biguttatus)
Hama pada tanaman cengkeh lainnya adalah penggerek ranting. Hama ini merupakan serangga yang termasuk kedalam ordo coleoptera. Hama ini merusak tanaman dengan cara menggerek ranting ranting tanamna sehingga menyebabkan ranting tanaman yang terserang menjadi berlubang. Diameter lubang mencapai 1,8mm. Gejala yang ditimbulkan akibat serangan hama ini adalah tanaman yang terserang kondisinya menjadi lemah dan hanya berprpduksi sedikit. Sementara itu, ranting dan daun tanaman terlihat kering dan meranggas. Beberapa cara pengendalian hama ini adalah dengan memotong dan memusnahkan ranting yang terserang dan apabila serangan sudah berat dapat dilakukan pengendalian secara kimiawi dengan aplikasi insektisida.

Demikian beberapa hama tanaman cengkeh dan cara pengendaliannya. Disarankan untuk mengambil langkah pengendalian hama terpadu agar lebih efektif dan ramah lingkungan.
Advertisement