Minggu, 03 Januari 2016

Pengendalian Hama pada Tanaman Kangkung

Advertisement
Advertisement

Pengendalian Hama pada Tanaman Kangkung
Pengendalian hama pada tanaman kangkung- Kangkung merupakan salah satu sayuran berumur pendek yang cukup digemari masyarakat Indonesia. Budidaya tanaman ini masih terkendala beberapa hak salah satunya serangan hama tanaman yang apabila tidak dikendalikan serangan hama ini dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian sehingga merugikan petani. Berikut beberapa hama yang biasa menyerang tanaman kangkung. (baca juga: hama penting padi dan pengendaliannya)
  • Bekicot (Achantina fulica)
Hama ini menyerang dengan cara memakan bagian tanaman sehingga menyebabkan daun atau batang yang terserang menjadi rusak. Gejala yang ditimbulkan oleh hama ini adalah daun ataupun batang tanaman yang terserang menjadi kekuningan kemudian membusuk dan lama kelamaan menjadi mati. Serangan hama ini banyak terjadi pada keadaan tanaman yang lembab. Beberapa cara pengendalian untuk hama ini adalah menjaga kebersihan kebun, menangkap dan membuangnya dari sekitar tanaman dan apabila serangan sudah lanjut dapat dilakukan pengendalian secara kimia dengan aplikasi pestisida.
  • Ulat grayak (Spodoptera litura)
Ulat ini menyerang dengan cara memakan daun daun tanaman. Gejala yang ditimbulkan ulat ini adalah adanya bekas gigitan ulat pada daun tanaman sehingga ujung daun menjadi tidak rata dan bergerigi, selain itu daun menjadi transparan karena ulat ini menyisakan bagian epidermis tanaman. Peyebab serangan ulat ini salah satunya karena kebersihan kebun kurang terjaga. Beberapa cara pengendalian untuk ulat ini adalah dengan menjaga kebersihan kebun sercara maksimal, menangkap dan membunuh ulat secara manual dan apabila serangan sudah berat dapat dilakukan aplikasi insektisida kimia, contohnya diazinon.
  • Kutu daun (Aphis sp)
Hama ini merusak tanaman dengan cara menghisap cairan tanaman sehingga menyebabkan tanaman menjadi kerdil, pertumbuhannya terhambat dan daun yang terserang menjadi keriput dan melengkung kebawah. Penyebab serangan hama ini biasanya dikarea pemupukan yang kurang tepat, pengairan yang kurang dan perawatan tanaman terutama pengendalian gulma yang kurang baik. Beberapa cara pengendalian untuk hama ini adalah dengan melakukan pemupukan yang tepat dan berimbang, menjaga kebersihan kebun, dan apabila serangan sudan parah dapat dilakukan aplikasi insektisida kimia.
  • Ulat keket
Penyebab dari serangan ulat ini salah satunya karena terlalu banyak gulma yang tumbuh disekitar tanaman dan perawatan tanaman yang kurang baik. Hama ini menyerang tanaman dengan menggigit dan memakan tanaman. Gejala yang ditimbulkan akibat serangan hama ini adalah daun tanaman yang terserang menjadi bolong bolong sehingga dapat menurunkan nilai jual kangkung, apabila serangan sudah berat dapat menyebabkan tanaman menjadi gundul dan pertumbuhan tanaman menjadi abnormal. beberapa cara pengendalian untuk hama ini adalah dengan menjaga sanitasi kebun, melakukan rotasi tanam dan pengaturan jarak tanam dengan baik. Selain itu dapat juga melakukan pengendlaian dengan pestisida nabati contohya menggunakan ekstrak daun nimba, gadung dan sirih dan pengendalian dengan insektisida kimia bila serangan sudah parah.

Demikian beberapa teknik pengendalian hama pada tanaman kangkung, semoga bermanfaat.